Kumpulan referensi tugas dan contoh skripsi

Kamis, 12 Mei 2016


Contoh konflik dan penyelesaiannya



Feggy Serpi
61201114031
Manajemen Pagi


Contoh konflik dan penyelesaiannya

Konflik Internal
Jakarta, 16 Februari, Terhambatnya pembangunan di daerah perbatasan seperti daerah Timor Leste, Dili, Comoro merupakan persoalan dari konflik internal di daerah tersebut. Yang mengakibatkan pembangunan di daerah perbatasan belum bisa mengupayakan kesejahteraaan rakyatnya.
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] Umar Anggara Jenie mengatakan, “Masalah pembangunan di perbatasan harus diganti dengan pembangunan kesejahteraan wilayahnya”
Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan ini memicu persoalan yang lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan. Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal yang masih belum jernih dan terhambat sehingga penundaan sering terjadi.
Perlu penanganan multi disiplin dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal. Pemerintah berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus fiskal. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang seperti, pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya manusia.

Penyelesaiannya:
Konflik ini lemah dari sisi koordinasi antarinstansi yang menyalurkan modal yang belum jernih oleh karena itu penundaan sering terjadi dan pembagunan di daerah perbatasan sering terhambat, Konflik seperti ini harus cepat diatasi karena merugikan banyak pihak seperti masyarakat yang berada di sekitar wilayah Timor Leste, Dili, Comoro.
Menurut saya, konflik ini harus menguatkan koordinasi antarinstansi supaya koordinasi menjadi lebih kuat dan mengawasi penyaluran modal agar tidak terhambat sehingga penundaan tidak sering terjadi.

Stress kerja dan penyelesaiannya

Pada tanggal 19 Juli 2004 lahirlah sebuah merger perusahaan antara Group 4 Flack dengan Securicor Internasional di tingkat internasional. Terkait dengan adanya merger di tingkat internasional, maka para karyawan PT Securicor yang di wakili oleh Serikat Pekerja Securicor Indonesia mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen guna untuk membicarakan status mereka terkait dengan merger di tingkat inrenasional tersebut. Akan tetapi, pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi apapun, dan justru karyawan PT Securicor yang semakin bingung dengan status mereka. Bahwa kemudian, Presiden Direktur PT Securicor Indonesia, Bill Thomas mengeluarkan pengumuman bahwa PHK mulai terjadi. Sehingga divisi PGA dan ES telah menjadi imbasnya, yang lebih ironisnya adalah Ketua Serikat Pekerja Securicor cabang Surabaya di PHK karena alasan perampingan yang dikarena adanya merger di tingkat internasional. Yang memutuskan rapat itu adalah Branch manajer Surabaya.
Pada tanggal 8 Maret 2005. PHK ini mengakibatkan 11 karyawan kehilangan pekerjaan. Proses yang dilakukan ini juga tidak prosedural karena tidak ada anjuran dari P4P seperti di atur dalam UU tahun 1964 tentang PHK di atas 9 orang harus terlebih dahulu melaporkan ke instansi (P4P). Akan tetapi pihak, PT. Securicor dan kuasa hukumnya, Elsa Syarief, SH, selalu mengatakan tidak ada merger dan tidak ada PHK, akan tetapi pada kenyataanya justru PHK terjadi. Mengacu pada hal tersebut dengan ketidakjelasan status mereka maka karyawan PT. Securicor memberikan surat 0118/SP Sec/IV/2005, hal pemberitahuan mogok kerja kepada perusahaan dan instansi yang terkait pada tanggal 25 April 2005 sebagai akibat dari gagalnya perundingan tentang merger (deadlock).
Persoalan ini terus bergulir dari mulai adanya perundingan antara manajemen PT. Securicor Indonesia dengan Serikat Pekerja Securicor Indonesia (SPSI) dimana pihak perusahaan diwakili oleh Leny Tohir selaku Direktur Keuangan dan SPSI di wakili oleh Fitrijansyah Toisutta akan tetapi kembali deadlock, sehingga permasalahan ini ditangani oleh pihak Disnakertrans DKI Jakarta dan kemudian dilanjutkan ke P4P, dan P4P mengeluarkan putusan dimana pihak pekerja dalam putusannya dimenangkan.

Penyelesaiannya:
Proses yang dilakukan ketika mengeluarkan 11 karyawan yang diberhentikan harusnya prosedural dan harus ada anjuran dari P4P yang sudah di atur dalam UU tahun 1964 tentang PHK diatas 9 orang yang harus melapor terlebih dahulu ke instansi P4P. PT Securicor tidakjelas tentang pemecatan tersebut dan PT Securicor beserta kuasa hukumnya, Elsa Syarief, SH tidak menjamin masa depan karyawan yang di PHK karena terlalu banyak deadlock, sehingga masalah yang terjadi di perusahaan tersebut ditangani oleh pihak Dinakertrans DKI Jakarta dan di kembalikan kepada P4P.


Teori Motivasi

Promosi
Dengan promosi, karyawan merasa dihargai dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instalasi baik dalam pemerintahan  maupun non pemerintahan [swasta]. Seseorang yang menerima promosi harus memiliki kualifikasi yang baik di banding dengan kandidat-kandidat yang lain. Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat menolong karyawan untuk lebih baik atau lebih semangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi atau perusahaaan.

Demosi
penurunan jabatan dalam suatu instansi yang biasa dikarenakan oleh berbagai hal, contohnya adalah keteledoran dalam bekerja. Turun jabatan biasanya diberikan pada karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik atau buruk serta bisa juga diberikan ada karyawan yang bermasalah sebagai sanksi hukuman.

Rotasi
Memberi pekerjaan yang berbeda supaya karyawan tidak merasa bosan dari pekerjaan yang sebelumnya dan bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya.

Teori yang berkaitan dengan promosi yaitu enrichment karena dengan teori motivasi enrichment karyawan mempunyai motivasi yang puas ketika bekerja dengan hal ini perusahaan atau organisasi mendapat pengaruh yang cukup besar dengan teori enrichment ini karyawan dapat bertanggung jawab dalam mengambil keputusan serta memperdalam ruang lingkup pekerjaan dengan teori enrichment seorang karyawan dapat promosi karena karyawan tersebut puas dengan kinerja yang diberikan untuk perusahaan atau organisasi, perusahaan akan memberi nilai lebih kepada karyawan yang memiliki motivasi yang kuat dan tanggung jawab kepada perusahaan tersebut.

Teori yang berkaitan dengan demosi yaitu Mc gregor teori x karena teori x memberikan himbauan atau pemberitahuan kepada karyawan yang lalai atau malas mengerjakan tugas dan tidak tanggung jawab akan pekerjaannya, jika karyawan tersebut terus malas mengerjakan tugas tidak diragukan lagi karyawan tersebut bisa di pecat oleh perusahaan.


Teori yang berkaitan dengan rotasi yaitu Mc gregor teori y karena teori y semua karyawan senang atau suka diberikan tugas dengan melakukan rotasi karyawan tersebut tidak merasa sulit atau susah mengerjakan pekerjaan yang lain yang belum dikuasai, dalam teori y perusahaan melihat karyawan yang rajin serta mudah diatur, dan teori y menjelaskan bahwa karyawan memiliki imajinasi yang tinggi, kecerdasan, dan kreatifitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar