Contoh konflik dan penyelesaiannya
Feggy
Serpi
61201114031
Manajemen
Pagi
Contoh
konflik dan penyelesaiannya
Konflik
Internal
Jakarta,
16 Februari, Terhambatnya pembangunan di daerah perbatasan seperti daerah Timor
Leste, Dili, Comoro merupakan persoalan dari konflik internal di daerah tersebut.
Yang mengakibatkan pembangunan di daerah perbatasan belum bisa mengupayakan
kesejahteraaan rakyatnya.
Kepala
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] Umar Anggara Jenie mengatakan,
“Masalah pembangunan di perbatasan harus diganti dengan pembangunan
kesejahteraan wilayahnya”
Menurutnya,
banyaknya warga miskin di daerah tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab,
ketertinggalan ini memicu persoalan yang lain, seperti masalah sosial,
keamanan, serta masalah kebangsaan. Selain itu, lemahnya koordinasi
antarinstansi termasuk penyaluran modal yang masih belum jernih dan terhambat
sehingga penundaan sering terjadi.
Perlu
penanganan multi disiplin dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan, dalam
upaya pembangunan daerah tertinggal. Pemerintah berfungsi sebagai promotor
serta memberi stimulus fiskal. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam
berbagai bidang seperti, pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan
sumber daya manusia.
Penyelesaiannya:
Konflik
ini lemah dari sisi koordinasi antarinstansi yang menyalurkan modal yang belum
jernih oleh karena itu penundaan sering terjadi dan pembagunan di daerah
perbatasan sering terhambat, Konflik seperti ini harus cepat diatasi karena
merugikan banyak pihak seperti masyarakat yang berada di sekitar wilayah Timor
Leste, Dili, Comoro.
Menurut
saya, konflik ini harus menguatkan koordinasi antarinstansi supaya koordinasi
menjadi lebih kuat dan mengawasi penyaluran modal agar tidak terhambat sehingga
penundaan tidak sering terjadi.
Stress
kerja dan penyelesaiannya
Pada
tanggal 19 Juli 2004 lahirlah sebuah merger perusahaan antara Group 4 Flack
dengan Securicor Internasional di tingkat internasional. Terkait dengan adanya
merger di tingkat internasional, maka para karyawan PT Securicor yang di wakili
oleh Serikat Pekerja Securicor Indonesia mengadakan pertemuan dengan pihak
manajemen guna untuk membicarakan status mereka terkait dengan merger di
tingkat inrenasional tersebut. Akan tetapi, pertemuan tersebut tidak
menghasilkan solusi apapun, dan justru karyawan PT Securicor yang semakin
bingung dengan status mereka. Bahwa kemudian, Presiden Direktur PT Securicor
Indonesia, Bill Thomas mengeluarkan pengumuman bahwa PHK mulai terjadi.
Sehingga divisi PGA dan ES telah menjadi imbasnya, yang lebih ironisnya adalah
Ketua Serikat Pekerja Securicor cabang Surabaya di PHK karena alasan
perampingan yang dikarena adanya merger di tingkat internasional. Yang
memutuskan rapat itu adalah Branch manajer Surabaya.
Pada tanggal 8 Maret 2005. PHK ini mengakibatkan 11
karyawan kehilangan pekerjaan. Proses yang dilakukan ini juga tidak prosedural
karena tidak ada anjuran dari P4P seperti di atur dalam UU tahun 1964 tentang
PHK di atas 9 orang harus terlebih dahulu melaporkan ke instansi (P4P). Akan
tetapi pihak, PT. Securicor dan kuasa hukumnya, Elsa Syarief, SH, selalu
mengatakan tidak ada merger dan tidak ada PHK, akan tetapi pada kenyataanya
justru PHK terjadi. Mengacu pada hal tersebut dengan ketidakjelasan status
mereka maka karyawan PT. Securicor memberikan surat 0118/SP Sec/IV/2005, hal
pemberitahuan mogok kerja kepada perusahaan dan instansi yang terkait pada
tanggal 25 April 2005 sebagai akibat dari gagalnya perundingan tentang merger
(deadlock).
Persoalan ini terus bergulir dari mulai adanya
perundingan antara manajemen PT. Securicor Indonesia dengan Serikat Pekerja
Securicor Indonesia (SPSI) dimana pihak perusahaan diwakili oleh Leny Tohir
selaku Direktur Keuangan dan SPSI di wakili oleh Fitrijansyah Toisutta akan
tetapi kembali deadlock, sehingga permasalahan ini ditangani oleh pihak
Disnakertrans DKI Jakarta dan kemudian dilanjutkan ke P4P, dan P4P mengeluarkan
putusan dimana pihak pekerja dalam putusannya dimenangkan.
Penyelesaiannya:
Proses yang dilakukan ketika mengeluarkan 11 karyawan
yang diberhentikan harusnya prosedural dan harus ada anjuran dari P4P yang
sudah di atur dalam UU tahun 1964 tentang PHK diatas 9 orang yang harus melapor
terlebih dahulu ke instansi P4P. PT Securicor tidakjelas tentang pemecatan
tersebut dan PT Securicor beserta kuasa hukumnya, Elsa Syarief, SH tidak
menjamin masa depan karyawan yang di PHK karena terlalu banyak deadlock,
sehingga masalah yang terjadi di perusahaan tersebut ditangani oleh pihak
Dinakertrans DKI Jakarta dan di kembalikan kepada P4P.
Teori
Motivasi
Promosi
Dengan
promosi, karyawan merasa dihargai dengan kenaikan jabatan dalam suatu
organisasi ataupun instalasi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintahan [swasta]. Seseorang
yang menerima promosi harus memiliki kualifikasi yang baik di banding dengan
kandidat-kandidat yang lain. Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan
maju yang dapat menolong karyawan untuk lebih baik atau lebih semangat dalam
melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi atau perusahaaan.
Demosi
penurunan
jabatan dalam suatu instansi yang biasa dikarenakan oleh berbagai hal,
contohnya adalah keteledoran dalam bekerja. Turun jabatan biasanya diberikan
pada karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik atau buruk serta bisa juga
diberikan ada karyawan yang bermasalah sebagai sanksi hukuman.
Rotasi
Memberi
pekerjaan yang berbeda supaya karyawan tidak merasa bosan dari pekerjaan yang
sebelumnya dan bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
Teori
yang berkaitan dengan promosi yaitu enrichment karena dengan teori motivasi
enrichment karyawan mempunyai motivasi yang puas ketika bekerja dengan hal ini
perusahaan atau organisasi mendapat pengaruh yang cukup besar dengan teori
enrichment ini karyawan dapat bertanggung jawab dalam mengambil keputusan serta
memperdalam ruang lingkup pekerjaan dengan teori enrichment seorang karyawan
dapat promosi karena karyawan tersebut puas dengan kinerja yang diberikan untuk
perusahaan atau organisasi, perusahaan akan memberi nilai lebih kepada karyawan
yang memiliki motivasi yang kuat dan tanggung jawab kepada perusahaan tersebut.
Teori
yang berkaitan dengan demosi yaitu Mc gregor teori x karena teori x memberikan
himbauan atau pemberitahuan kepada karyawan yang lalai atau malas mengerjakan
tugas dan tidak tanggung jawab akan pekerjaannya, jika karyawan tersebut terus
malas mengerjakan tugas tidak diragukan lagi karyawan tersebut bisa di pecat
oleh perusahaan.
Teori
yang berkaitan dengan rotasi yaitu Mc gregor teori y karena teori y semua
karyawan senang atau suka diberikan tugas dengan melakukan rotasi karyawan
tersebut tidak merasa sulit atau susah mengerjakan pekerjaan yang lain yang
belum dikuasai, dalam teori y perusahaan melihat karyawan yang rajin serta
mudah diatur, dan teori y menjelaskan bahwa karyawan memiliki imajinasi yang
tinggi, kecerdasan, dan kreatifitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar