Pengertian operasi
A. PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP
Banyak pengertian/pemahaman manajemen operasi yang telah
diberikan para ahli. Dua pendapat ahli yang patut dikaji adalah,
1. Manajemen Operasi adalah serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan menjadi keluaran (1, h.2).
Ø Serangkaian aktifitas
Ø Barang dan Jasa
Ø Perubahan dari masukan menjadi keluaran
2. Manajemen Operasi adalah sekumpulan aktifitas untuk membangun (to create),
mempertahankan (to survive) dan menumbuhkan kembangkan (to growth) sistem produksi/operasi
( 2,h.6) yang telah dimodifikasi)
Ø Sekumpulan aktifitas
Ø Membangun, mempertahankan dan menumbuh kembangkan
Ø Sistem produksi/operasi
Apabila mengacu pada tugas-tugas manajemen, maka aktifitas
manajemen operasi yang dimaksud dalam kedua definisi diatas adalah
aktifitas Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian. Keempat
aktifitas manajemen tersebut dilakukan untuk mendukung tanggung jawab
membangun, mempertahankan dan menumbuhkembangkan sistem produksi/ operasi yang
meng-ubah masukan menjadi keluaran.
Ruang lingkup manajemen operasi meliputi 2 kelompok besar ,
yaitu disain sistem dan perencanaan dan pengendalian dengan rincian sebagai
berikut :
Disain sistem produksi/operasi, terdiri dari :
Disain barang/jasa ( What to produce)
Disain kapasitas jangka panjang (How much)
Disain proses produksi/operasi, Analisis kerja dan
pengukuran kerja, Disain layout dan keamanan kerja (How)
4. Penetapan Lokasi fasilitas (Where)
Perencanaan dan Pengendalian produksi/operasi
Perkiraaan kebutuhan dan perencanaan agregat
Perencanaan dan pengendalian produksi
Perencanaan dan pengendalian kualitas
Perencanaan dan pengendalian persediaan
Perawatan dan keandalan
B. SISTEM PRODUKSI/OPERASI
Produksi (menghasilkan) sebagai lawan kata dari konsumsi
(menghabiskan) adalah proses perubahan masukan(inputs) menjadi
keluaran(outputs) atau proses penciptaan nilai yang menghasilkan barang/Goods.
Istilah operasi digunakan apabila keluaran yang dihasilkan berupa jasa/sevices
(Catatan : Pengertian Produk/Product meliputi Barang/Goods dan Jasa/service)
Dengan demikian sistem produksi/operasi merupakan Kesatuan
yang terdiri dari subsistem input/masukan, subsistem transformasi dan subsistem
keluaran. Adanya subsistem kontrol merupakan konsekuensi dari keberadaan
sistem produksi/operasi sebagai sebuah sistem terbuka yang harus selalu dinamis
terhadap perubahan yang terjadi pada subsistem masukan ataupun subsistem
keluaran (Diagram B-1)
Diagram B-1 Sistem Produksi/Operasi
INPUT
|
|
.OUTPUT
Sistem produksi/operasi yang dikenal sangat beragam dan
dapat diklasifikasikan berdasarkan ketiga subsistem yang membentuknya.
1. Sistem Produksi/Operasi berdasarkan
klasifikasi ouput, terdiri dari sistem produksi yang menghasilkan barang atau
jasa.
Beberapa ciri jasa yang membedakannya dengan barang adalah
a. Tidak berwujud, artinya keluaran yang
dihasilkan dari suatu sistem operasi tidak dapat dirasakan oleh kelima
pancaindera manusia namun dirasakan manfaatnya.
b. Diproduksi dan dikonsumsi pada saat
yang bersamaan, artinya jasa yang dihasilkan pada saat tertentu oleh sistem
operasi/pemberi jasa tidak dapat disimpan terlebih dulu melainkan langsung
dinikmati oleh pemakai
c. Unik, uraian dan waktu jasa yang
diterima setiap kosumen tidak sama disesuaikan dengan kebutuhan pemakai
sehingga sulit untuk dilakukan standarisasi
d. Interaksi antara penghasil jasa dengan
pemakai jasa sangat tinggi dan akan mempengaruhi kualitas jasa .
Berdasarkan keempat hal tersebut, ciri-ciri barang dan jasa
dapat dirinci seperti ditunjukkan dalam Diagram B-2
Diagram B-2 Ciri-Ciri Barang dan Jasa
Barang
|
Jasa
|
Berwujud
|
Tidak berwujud
|
Bisa Dijual kembali
|
Sulit untuk dijual kembali
|
Bisa disimpan
|
Umumnya tidak bisa disimpan
|
Produksi terpisah dari konsumsi
|
Produksi dan konsumsi bisa terjadi bersamaan
|
Beberapa aspek mutu bisa diukur
|
Banyak aspek mutu sulit diukur
|
Penjualan berbeda dari produksi
|
Penjualan menjadi bagian dari produksi
|
Interaksi pelanggan rendah
|
Interkasi pelanggan tinggi
|
Bisa dipindahkan/ diangkut
|
Penyedia jasa (bukan jasanya) bisa diangkut
|
Mudah untuk menlakukan otomasi
|
Sulit untuk melakukan otomasi
|
Sistem produksi yang menghasilkan barang dapat dibedakan
yang menghasilkan barang produksi seperti pabrik komputer, pabrik mesin giling
dan yang menghasilkan barang konsumsi seperti pabrik pakaian dan pabrik
peralatan rumah tangga
Sistem operasi yang menghasilkan Jasa dapat dikelompokkan
atas jasa standard, misalnya perusahaan asuransi, atau jasa yang tidak standar,
misalnya perawatan kesehatan dan konsultan hukum.
Sistem operasi yang menghasilkan jasa dapat juga
dikelompokkan atas dominasi penggunaan alat untuk menghasilkan jasa, yaitu
peralatan atau manusia, Beberapa contoh yang dapat disebutkan adalah :
a. Berbasiskan peralatan, yang dapat
dirinci lagi menjadi :
Ø Peralatan otomatis, misalnya Jasa pencucian mobil
Ø Peralatan yang dikendalikan oleh Tenaga Terlatih
(Skilled Operators), misalnya jasa penerbangan
Ø Peralatan yang dikendalaikan oleh Tenaga semi
terlatih (Relatively Unskilled Labour), misalnya Jasa Taxi, Bioskop
b. Berbasiskan Manusia, yang dapat dirinci
lagi menjadi
Ø Manusia tidak terlatih (Unskilled Labour), misalnya
jasa keamanan
Ø Manusia terlatih (Skillled labour), misalnya jasa
catering
Ø Profesional, misalnya Konsultan, Akuntan
2. Sistem Produksi/ Operasi berdasarkan klasifikasi
proses pengubahan masukan menjadi keluaran (transformasi), yaitu ::
v Produksi Masal (Mass production), adalah serangkaian
proses yang diperlukan untuk menghasilkan unit satuan standar dalam waktu yang
relatif singkat dalam jumlah banyak. contoh : pabrik lampu, televisi
v Industri Proses, kegiatan yang menghasilkan unit
homogen, misalnya pabrik pengolahan minyak, tepung, kertas
v Proyek, kegiatan yang dilakukan relatif lama dalam
periode tertentu (ada titik awal dan akhir dari keseluruhan kegiatan) dalam
jumlah yang relatif kecil, misalnya membuat jembatan
v Job Shop, kegiatan untuk menghasilkan barang/jasa
berdasarkan pesanan dan umumnya dalam jumlah yang relatif kecil, misalnya
membuat 500 kursi kuliah untuk Universitas INDONUSA Esa Unggul
Masukan/Inputs yang diperlukan dalam poduksi/operasi terdiri
dari (1)Manusia, baik kemampuan fisik maupun non fisik seperti
pengetahuan dan kemampuannya (2) Fisik yang
dapat dibedakan atas bahan baku dan mesin/peralatan (3) Dana/Uang, serta (4) Informasi.
Berdasarkan komponen input dominan yang
ditransformasikan tersebut, maka sistem Produksi/Operasi dapat diklasifikasikan
berdasarkan penggunaan bahan baku (Sistem
yang mengolah bahan yang disediakan alam, misalnya pabrik baja, pertanian
nanas, Sistem yang mengolah bahan alam yang telah diolah untuk menjadi barang
modal, misalnya pabrik generator, serta Sistem yang mengolah bahan alam yang
telah diolah untuk menjadi barang konsumsi, misalnya pabrik pengalengan nanas), penggunaan dana (Bank dan lembaga keuangan bukan
bank) dan penggunaan manusia (Sekolah/Perguruan Tinggi, Rumah sakit, Keamanan).
Pada umumnya sangat sulit untuk menfklasifikasikan secara
tegas antara sistem yang menghasilkan barang atau jasa seperti dapat dilihat
dari diagram A-4.
Diagram A-4 Contoh Produk yang Mengandung Barang dan Jasa
C. UKURAN KEBERHASILAN SISTEM
PRODUKSI/OPERASI
Keberhasilan sistem produksi/operasi secara eksplisit
dinyatakan oleh Stonebraker dalam defiinisi tentang manajemen operasi
”Operation Management is defined as the effective management of value
addingtransformation processes to efficiently integrate resources and
achieve specified performance measures toward product/ service, process
technology and market goals”
v Efektif merupakan ukuran keberhasilan pencapaian
tujuan
v Efisiensi merupakan ukuran keberhasilan penggunaan
sumber daya
v Produktif merupakan ukuran keberhasilan penggunaan
sumber daya (efisien) dan pencapaian tujuan (efektif)
Beberapa kriteria keberhasilan fisik dan ekonomi dari
sistem/subsistem produksi/ operasi dapat ditunjukkan pada diagram
D. ISTILAH
Produksi
Operasi
Manemen
Produksi
Barang
Jasa
Efisien
Efektif
Produktif
Utilisasi
E. REFERENSI
a. Adam E Everett., Ebert Ronald., Production and Operations Management., Prentice
Hall.,1989
b. Dervitsiotis N Kostas., Operation Management.,Mc Graw Hill., 1981
c. Dilworth., James., Production and Operation Management., Random house.,
edisi ketiga.,1986
d. Render Barry., Heizer Jay., Prinsip Prinsip Manajemen Operasi., Salemba empat.,
2001
e. Schrode William., Voich dan JR., Organization and Management- Basic System concepts.,
Irwin Books
https://azizluthfikafrawi.wordpress.com/2011/02/25/bab-i-operasi-dan-produktifitas/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar